Pengobatan Imunterapi untuk Kanker Paru Sudah Tersedia di Indonesia

 

sumber: google

Di Indonesia sendiri pengobatan untuk kanker paru sudah tersedia beberapa cara pengobatan, yakni operasi, kemoterapi, terapi radiaasi, terapi terget, dan juga yang pengobatan yang paling baru ada imunterapi. Hal tersebut dikatakan sendiri oleh Dr Erlang Samoedro SpP selaku Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Dengan tersedianya pengobat kanker paru seperti yang sudah disebutan di atas, Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PDPI dr Sita Laksmi Andarini PhD SpP(K) menerangkan bahwa, terapi kanker paru yang ada di seluruh dunia juga sudah tersedia di Indonesia dengan mengikuti panduan tata laksana Kanker Paru dan PDPI yang pastinya sudah disesuaikan dengan pediman tingkat internasional.

Dan karena hal tersebut, proses diagnostik dan terapi sudah sama dengan standar di seluruh dunia. Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Dr Erlang Samoedro SpP juga mengatakan bahwa, standar pengobatan kanker di Indonesia sendiri sudah maju dan sudah sebanding dengan pengobatan internasional.

Seiring berkembangnya penemuan dalam penanganan kanker paru, seperti pemberian terapi target (baik EGFR TKI, ALK inhibitor, dan lainnya), sejak 2016 di Indonesia telah mengenal imunoterapi untuk kanker paru. Sita menjelaskan, imunoterapi cara kerjanya menstimulasi sistem imun tubuh untuk memberikan respons imunitas antitumor, sehingga meningkatkan harapan hidup pasien kanker paru stadium stadium lanjut menjadi lebih panjang dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

“Sedikit berbeda dengan kemoterapi yang berfungsi untuk membunuh sel kanker, imunoterapi meningkatkan respons imunitas antitumor,” ujarnya dalam online session #LUNGTalk, dengan tajuk Membuka Harapan Hidup yang Lebih Baik bagi Pasien Kanker Paru dengan Pengobatan Inovatif, awal September lalu.

Sita mengatakan, pada saat ini kombinasi kemoterapi dan imunoterapi menjadi salah satu standar baru pengobatan kanker paru. Kehadiran imunoterapi menjawab tantangan dari metode pengobatan kanker terdahulu, yaitu peningkatan respons terapi dan peningkatan kualitas hidup.

"Terobosan pengobatan kanker paru saat ini dapat memberikan optimisme dan proses pengobatan yang lebih baik, khususnya bagi pasien kanker sehingga bisa memberikan hidup yang berkualitas," ujar Sita.

Ada beberapa jenis imunoterapi untuk pasien kanker paru-paru yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien kanker, antara lain imunoterapi penghambat ‘checkpoint’ sistem imun, vaksin kanker berupa vaksin terapeutik untuk membunuh sel kanker, dan terapi sel t adoptive yang merubah salah satu jenis sel darah putih pada penderita kanker untuk dapat kembali menyerang sel kanker.

Lebih jelasnya, sistem kerja dari pengobatan imunoterapi ini adalah langsung menyasar atau menghambat pertemuan sel imun yang kerap dimanfaatkan oleh sel kanker untuk menghindari serangan dari sistem imun atau daya tahan tubuh. Dengan begitu, sistem kekebalan pada penderita kanker akan jauh lebih aktif untuk melawan sel kanker tersebut.

Di masa yang akan datang, menurut Sita, imunoterapi diharapkan dapat berkembang lebih jauh berdasarkan kebutuhannya dan dapat menekan laju pertumbuhan angka beban kanker lainnya di Indonesia. Tentunya, setiap metode pengobatan memiliki performa dan efek yang berbeda bagi setiap pasien kanker tergantung pada jenis kebutuhan pasien itu sendiri.



Sumber: Ayobandung.com

Comments

Popular posts from this blog

Atas Kelakuannya, Warganet Sebut Tiga Setia Gara Memiliki Bipolar

Haruskah KPK Dimaknai Dengan Melawan Putusan Praperadilan

Kambing Asal Malaysia Buat Heboh Warganet, Alasannya Begini