Wafat Qasem Soleimani, PM Malaysia: Negara Muslim Harus Berkumpul
Terbunuhnya Jenderal Qasem Soleimani, dikecam oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohammad dan menyebutkan tindakan tersebut tidak bermoral serta berpotensi mengeskalasi konflik. Perdama Menteri tertua di dunia tersebut juga menuturkan bahwa meninggalnya jenderal Iran tersebut harus jadi pemiu untuk bersatunya negara-negara muslim.
Penyebab meninggalnya Jenderal Qasem Soleimani karena serangan drone yang dikirimkan oleh Amerika Serikat (AS) di Bandara Internasionla Baghdad pada hari Jumat (3/1) yang lalu. Qasem Soleimani sendiri dikenal sebagai jenderal top Iran.
"Waktunya tepat bagi negara-negara muslim untuk berkumpul. Kami tidak lagi aman sekarang. Jika ada yang menghina atau mengatakan sesuatu yang tidak disukai seseorang, tidak apa-apa bagi orang dari negara lain untuk mengirim drone dan mungkin menembaki saya," kata Mahathir, dilansir dari laman SCMP, Rabu (8/1).
Mahathir selama ini berusaha menjaga hubungan baik dengan Iran di tengah sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat pada negeri Persia tersebut. Bulan lalu ia mengundang Presiden Iran Hassan Rouhani untuk hadir dalam konferensi muslim di Malaysia di mana konferensi tersebut membahas bisnis, mata uang, dan hubungan dengan negara-negara nonmuslim. Di Malaysia sendiri tercatat setidaknya ada 10.000 orang Iran yang tinggal.
Komentar Mahathir baru-baru ini tentang perlakuan terhadap muslim di India dan kritiknya terhadap Organisasi Kerjasama Islam yang berbasis di Arab Saudi telah merusak hubungan Malaysia dengan New Delhi dan Riyadh.
"Saya mengatakan yang sebenarnya. Anda melakukan sesuatu yang tidak benar, saya pikir saya punya hak untuk berbicara," kata Mahathir.
Terkait pembunuhan Soleimani, dikabarkan ada kerumunan massa di depan Kedutaan Besar Iran di Malaysia. Mereka berkumpul sambil meneriakkan "Jatuhlah Amerika Serikat!".
Sumber: Akurat.co

Comments
Post a Comment